Loading...

Reformasi Birokrasi

Kementerian Pertanian, RI

Arsip Berita

Evaluasi Jabatan Dalam Rangka Reviu Pemangku Jabatan Asn Lingkup Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian melalui Biro Organisasi dan Kepegawaian, Sekretariat Jenderal melaksanakan kegiatan Evaluasi Jabatan dalam rangka Reviu Pemangku Jabatan lingkup Kementerian Pertanian pada Selasa, 23 Maret 2021 dengan bertempat di Wisma Hijau, Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan evaluasi terhadap nama, kelas, dan jenis jabatan yang harus diduduki oleh seorang ASN di lingkup Kementerian Pertanian.

ARAH KEBIJAKAN PENEMPATAN ASN KEMENTERIAN PERTANIAN DALAM MENJAWAB TANTANGAN BIROKRASI 4.0

Bajoe Loedi Hargono membahas mengenai kebijakan penempatan ASN dalam sebuah jabatan. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) No. 12 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Analis Jabatan menjadi salah satu landasan hukum dalam pelaksanaan arah kebijakan penempatan ASN sesuai dengan tuntutan Birokrasi 4.0.

Menuju Birokrasi Efektif dan Efisien Berbasis Teknologi Informasi

birokrasi efektif, birokrasi efisien, birokrasi berbasis teknologi, spbe kementan

Virtual Meeting Pembahasan Perkembangan Transformasi Polbangtan

Kementerian Pertanian di bawah pimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan, Kementan dapat mendirikan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) atau melaksanakan kerjasama pendidikan di 34 Provinsi yang ada di Indonesia.

Penyetaraan Pejabat Struktural BBPP Lembang menjadi Pejabat Fungsional, agar lebih profesional dan cerdas dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Pengangkatan Jabatan Fungsional melalui Penyetaraan di Lingkup Kementerian Pertanian, Rabu (30/12/2020. Hal ini merupakan realisasi dari program pemerintah dalam penyederhanaan birokrasi di instansi dengan memangkas dua level, yaitu jabatan eselon 3 dan 4

Dipandu Koordinator barunya Widi Hardjono, WI Berkomitmen Meningkatkan Kompetensi Dan Kapasitasnya Agar Semakin Profesional

WI berperan dalam memfasilitasi “transfer of knowledge”. WI merupakan salah satu ujung tombak untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia peserta yang dilatih, dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya agar semakin profesional.